Mengembalikan Fungsi Bahasa Ibu - POTRET UMN

POTRET UMN

MEDIA ASPIRASI MAHASISWA UMN AL WASHLIYAH


Informasi Terbaru

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, April 18, 2019

Mengembalikan Fungsi Bahasa Ibu



Ketika sebuah bahasa punah, dunia kehilangan warisan yang sangat berharga. Sejumlah  besar legenda, puisi, dan pengetahuan yang terhimpun dari generasi ke generasi akan ikut punah”. (UNESCO).
POTRETUMN- Salah satu  bahasa yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kosakata dan ragam bahasa adalah bahasa ibu. Bahasa ibu yang diperoleh sejak lahir salah satu hal yang paling berpengaruh dalam membentuk komunitas antar individu dan sosial, terlebih setiap negara memiliki bahasa yang sangat banyak dan bervariasi, serta lebih dari satu bahasa ibu yang digunakan dalam keseharian.
Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bahasa ibu terbanyak, memiliki pengaruh besar dalam perkembangan kosakata bahasa nasional yang digunakan. Namun, seiring perkembangan zaman, terutama di industri 4.0  bahasa ibu sudah jarang digunakan oleh generasi yang biasa disebut generasi milenial. Hal ini terjadi karena dari lingkungan keluarga sudah tidak mengutamakan bahasa ibu, sekalipun ibu yang melahirkan generasi tersebut.
Dampak yang menyebabkan hal tersebut diantaranya, pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, pengaruh budaya asing, rasa ketidakpedulian terhadap warisan budaya sendiri, belum sadar akan kearifan lokal yang terdapat dalam bahasa tersebut, orang tua terutama ibu sudah tidak mau berbicara dengan bahasa sukunya, karena gengsi.
Padahal dalam menggunakan bahasa ibu banyak manfaat yang diperoleh diantaranya, dalam berkomunikasi lebih memiliki rasa kekeluargaan yang lebih dekat dibandingkan ketika berkomunikasi menggunakan bahasa yang bersifat universal sebagai identitas diri, selain itu belum banyak yang menyadari jika menggunakan bahasa ibu mampu mencegah penipuan, karena kita terbiasa berbahasa ibu dengan lingkungan keluarga terutama, maka jika ada yang berusaha menipu dengan teknologi sekarang kita tidak mudah percaya begitu saja.
Pemerintah juga mencanangkan penggunaan bahasa ibu melalui gerakan literasi untuk mepertahankan kearifan lokal bangsa. Untuk itu kita sebagai generasi Y,Z, dan Milenial jangan segan dan malu untuk berkomunikasi dengan bahasa ibu dari suku kita masing-masing. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.
Saran bagi pemerintah salah satu cara untuk mengembangkan bahasa ibu dapat membuat lomba debat menggunakan bahasa ibu, drama menggunakan bahasa ibu dan memasukkan penggunaan bahasa ibu sebagai muatan lokal di sekolah dengan cara menggunaka bahasa ibu setiap daerah tersebut. Dengan demikian anak-anak akan terbiasa kembali menggunakannya, sekalipun orang tua tidak lagi mengajarkannya. Namun, mereka tetap mengetahui identitas bahasa asli mereka. Bangga terhadap teman – teman yang masih menggunakan bahasa daerah terlebih kawan yang mampu menguasai lebih dari dua bahasa daerah. Jangan malu mengucapkannya sekalipun lafal yang diucapkan belum sesuai. Salam literasi...!!![]

Penulis: Eka Nur Estetis (Mahasiswa UMN Al Washliyah).
Ket.Gbr: Ilustration

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

OPINI