“Ketika sebuah bahasa
punah, dunia kehilangan warisan yang sangat berharga. Sejumlah besar legenda, puisi, dan pengetahuan yang
terhimpun dari generasi ke generasi akan ikut punah”. (UNESCO).
POTRETUMN- Salah
satu bahasa yang sangat berpengaruh
dalam perkembangan kosakata dan ragam bahasa adalah bahasa ibu. Bahasa ibu yang
diperoleh sejak lahir salah satu hal yang paling berpengaruh dalam membentuk
komunitas antar individu dan sosial, terlebih setiap negara memiliki bahasa
yang sangat banyak dan bervariasi, serta lebih dari satu bahasa ibu yang
digunakan dalam keseharian.
Indonesia
sebagai salah satu negara yang memiliki bahasa ibu terbanyak, memiliki pengaruh
besar dalam perkembangan kosakata bahasa nasional yang digunakan. Namun,
seiring perkembangan zaman, terutama di industri 4.0 bahasa ibu sudah jarang digunakan oleh
generasi yang biasa disebut generasi milenial. Hal ini terjadi karena dari
lingkungan keluarga sudah tidak mengutamakan bahasa ibu, sekalipun ibu yang
melahirkan generasi tersebut.
Dampak
yang menyebabkan hal tersebut diantaranya,
pengaruh globalisasi,
perkembangan teknologi,
pengaruh budaya asing,
rasa ketidakpedulian terhadap warisan budaya sendiri, belum sadar akan
kearifan lokal yang terdapat dalam bahasa tersebut, orang tua terutama ibu
sudah tidak mau berbicara dengan bahasa sukunya, karena gengsi.
Padahal
dalam menggunakan bahasa ibu banyak manfaat yang diperoleh diantaranya, dalam berkomunikasi
lebih memiliki rasa kekeluargaan yang lebih dekat dibandingkan ketika
berkomunikasi menggunakan bahasa yang bersifat universal sebagai identitas diri, selain itu belum
banyak yang menyadari jika menggunakan bahasa ibu mampu mencegah penipuan,
karena kita terbiasa berbahasa ibu dengan lingkungan keluarga terutama, maka
jika ada yang berusaha menipu dengan teknologi sekarang kita tidak mudah
percaya begitu saja.
Pemerintah
juga mencanangkan penggunaan bahasa ibu melalui gerakan literasi untuk
mepertahankan kearifan lokal bangsa. Untuk itu kita sebagai generasi Y,Z, dan
Milenial jangan segan dan malu untuk berkomunikasi dengan bahasa ibu dari suku
kita masing-masing. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan
kuasai bahasa asing.
Saran
bagi pemerintah salah satu cara untuk mengembangkan bahasa ibu dapat membuat
lomba debat menggunakan bahasa ibu, drama menggunakan bahasa ibu dan memasukkan
penggunaan bahasa ibu sebagai muatan lokal di sekolah dengan cara menggunaka
bahasa ibu setiap daerah tersebut. Dengan demikian anak-anak akan terbiasa
kembali menggunakannya, sekalipun orang tua tidak lagi mengajarkannya. Namun,
mereka tetap mengetahui identitas bahasa asli mereka. Bangga terhadap teman –
teman yang masih menggunakan
bahasa daerah terlebih kawan yang mampu menguasai lebih dari dua bahasa daerah.
Jangan malu mengucapkannya sekalipun lafal yang diucapkan belum sesuai. Salam
literasi...!!![]
Penulis: Eka Nur Estetis (Mahasiswa UMN Al Washliyah).
Ket.Gbr: Ilustration
Sbr. gbr: http://www.iswahyudi-wahyu.top/

No comments:
Post a Comment