Kartini Milenial Dimanakah Dirimu ? - POTRET UMN

POTRET UMN

MEDIA ASPIRASI MAHASISWA UMN AL WASHLIYAH


Informasi Terbaru

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Sunday, April 21, 2019

Kartini Milenial Dimanakah Dirimu ?





POTRETUMN- Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Siapa yang tidak mengenal tokoh wanita Indonesia yang satu ini, Ia sangat terkenal terlebih di perkumpulan perempuan Indonesia. Kini Kartini tak hanya sebatas kebaya dan seremoni.

Kartini adalah hak perempuan, perjuangan kesetaraan gender, dan nasionalisme Indonesia di akhir abad ke-19. Kartini, seorang ningrat Jawa yang mendobrak kungkungan adat melalui pikiran-pikirannya. Ia hanya dikenal dan dikenang sebagai pahlawan emansipasi wanita.
Soal apa persisnya pikiran-pikiran itu dan bagaimana Kartini merumuskannya tak pernah benar-benar di ungkap kecuali untuk mereka yang berinisiatif mencari tahu sendiri.

Kartini adalah pemikir feminisme awal di Indonesia. Dia perempuan yang gagasan-gagasannya mencerahkan dan mengilhami kalangan yang lebih luas. Ia memang aktivis pemikir yang jatuh bangun. Lahir dari keluarga bangsawan, Kartini menolak poligami tetapi menjadi korban tradisi itu. 
Ia dijodohkan dengan Bupati Rembang, Adipati Djojoaningrat, lelaki dengan tiga selir dan tujuh anak.

Selama ini bukan tak ada usaha untuk terus menerus menyiarkan “gelap dan terang” kehidupan Kartini. Tapi, rekonstruksi dan hakikat perjuangan Kartini tetap terabaikan. Setiap kali hari lahir Kartini diperingati, 21 April, yang dilakukan itu-itu saja.

Para perempuan menempuh kerepotan berbusana tradisional, serangkaian pidato diucapkan, orang-orang berefleksi dalam forum-forum diskusi atau menggelar bakti sosial, tapi sesudahnya hidup tak berubah sedikit pun.


Kebiasaan Membaca dan Menulis

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 
― Pramoedya Ananta Toer

R.A Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah kebudayaan eropa yang menjadi langganannya yang berbahasa belanda, di usiannya yang ke 20, ia bahkan banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.

Ketertarikannya dalam membaca kemudian membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan, R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita, melihat perbandingan antara wanita Eropa dan wanita pribumi.

Selain itu ia juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Cita-cita R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar lebih baik (seperti sekarang ini). Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi oleh Kartini dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme. Inilah yang menjadi keistimewaaan RA Kartini.

Kartini milenial dimanakah diri mu?, sudahkah kamu mengenal sosok kartini yang kerap kamu peringati setiap 21 April, Kartini milenial dimanakah dirimu ? bangsa ini membtuhkan dirimu, kartini milenial dimanakah dirimu ? wahai kartini mileneal sadarlah kewajiban mulia mu sebagai pembina tunas muda . 

Kartini milenial bangkitlah dari kesulitan yang berkutat di antara gadget dan make up serta godaan diskon yang mengugah naluri untuk berbelanja bangkit dan lanjutkan perjuangan kartini bumi pertiwi membutuhkan mu.

Penulis : Salman Alfarisi
( Ketua Umum HMI Komisariat Persiapan UMN AW)

Ket.Gbr: Ilustration


1 comment:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

OPINI