MILAD KE-23 UMN Al Washliyah : Presma Beri Kado Istimewa - POTRET UMN

POTRET UMN

MEDIA ASPIRASI MAHASISWA UMN AL WASHLIYAH


Informasi Terbaru

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, August 8, 2019

MILAD KE-23 UMN Al Washliyah : Presma Beri Kado Istimewa

(Ridho Alamsyah,
Presiden Mahasiswa UMN Al Washliyah
POTRETUMN- Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah atau yang biasa kita kenal dengan UMN Al Washliyah Adalah perguruan tinggi swasta yang lahir 23 Tahun silam di kota Medan. 

Semula bernama IKIP Al Washliyah dimana Kampus ini dulu berfokus pada Prodi Pendidikannya, Seiring berjalannya waktu IKIP Al Washliyah berkembang pesat sehingga menjadi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah yang memiliki 6 Fakultas Diantaranya FKIP,HUKUM,EKONOMI,FARMASI,SASTRA dan PERTANIAN dan tepat pada tanggal 23 Mei 2008 UMN Al Washliyah di percaya oleh pemerintah untuk membuka Program Pasca Sarjana Pendidikan B.Indonesia dan Menysusul Program Pasca Sarjana Pendidikan Matematika.

UMN Al Washliyah terus berbenah sehingga puncaknya pada tahun 2019 UMN Al Washliyah Menjadi Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Nomor 2 di Sumatera Utara, hal ini dipertegas langsung oleh Kepal L2Dikti Sumut Prof.Dian Armanto yang mengatakan “UMN Al Washliyah Menjadi perguruan terbaik kedua di Sumut berdasarkan beberapa penilaian” ujarnya ketika menyampaikan kata sambutan di acara Wisuda UMN Al Washliyah Februari 2019 Silam.

Di Usia Ke-23 Tahun ini UMN Al Washliyah Harus Terus memperbaiki diri sebab masih banyak permasalahan yang membuat mahasiswa gelisah di setiap kebijakan yang dikeluarkan birokrasi.

Bertepatan pada MILAD UMN Al Washliyah Ke-23 Tahun ini, saya ingin memberikan sebuah catatan kecil sebagai kado istimewa lewat tulisan yang sederhana ini, daripada saya harus ikut terlena dalam suasana Euphoria MILAD UMN Al Washliyah hari ini.

Kado ini berupa PR penting yang berasal dari suara mahasiswa UMN Al Washliyah yang harus diselesaikan para pemimpin di kampus ini. Semoga Kado ini dapat di dengar , di terima dengan baik dan diselesaikan dengan bijak oleh Pemimpin di kampus ini.
Berikut PR Penting yang harus diselesaikan :

1. UANG KULIAH MEROKET
Pada Penerimaan Mahasiswa baru tahun 2019 ini sangat jelas terasa dan harus kita akui bersama bahwa menurunnya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studinya di UMN Al Washliyah tak lain dikarenakan Mahalnya Uang Kuliah di Kampus ini. Jika boleh kita bandingkan dengan PTS ternama Lain yang ada di Sumut, Biaya Kuliah di UMN Al Washliyah tahun 2019 tertinggi sehingga calon mahasiswa baru harus berfikir 2x untuk melajutkan studinya di kampus ini, belum lagi jika di tinjau dari fasilitas dan kuliatas dosen yang mengajar di kampus ini belum tentu lebih baik dari PTS lain yang ada di Sumatera Utara ini.

Hal ini sangat berpengaruh besar dalam menurunnya minat mahasiswa baru untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di UMN Al Washliyah terbukti sampai tulisan ini di muat mahaisswa yang mendaftar baru berkisar sekitar 550 calon mahasiswa dan yang telah mendaftar ulang 250 calon mahasiswa, artinya ada degradasi minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi ini. Padahal jika kita melihat sejarah UMN Al Washliyah tidak pernah kekurangan calon mahasiswa dari tahun ke tahun. Tahun ini sedikit mencoreng cita-cita para pendiri Al Washliyah yang ingin memberikan pendidikan bervisi kerakyatan, dimana dahulu UMN Al Washliyah menyajikan Pendidikan Murah dan Merakyat yang berbanding terbalik dengan yang hari ini kita rasakan.

Melihat Fenomena Hari ini Saya teringat dengan Helen Keller (Seorang Penulis Dari Amerika) ia mengatakan ”Hasil tertinggi Pendidikan adalah Toleransi” , semoga kata-kata ini bisa di resapi oleh para pemimpin di lingkungan kampus UMN Al Washliyah dimana Toleransi adalah sisi Kemanusiaan yang paling Mulia, Percuma Saja Kita Berpendidikan Tinggi Apabila dalam diri kita tidak ada nilai-nilai kemanusiaan untuk membantu sesama dalam hal mengenyam pendidikan khususnya di UMN Al Washliyah.

PROMO BUKAN SOLUSI

Di tenggah-tengah Hiruk-Pikuk Penerimaan Mahasiswa baru ada sebuah fenomena yang menggelitik saya dengar dan rasakan dimana Kampus UMN Al Washliyah Memberikan PROMO di tengah-tengah perjalannya dalam Recruetment Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2019 ini.

Seperti layaknya berbelanja di supermarket harapanya konsumen bisa melirik dan membeli barang yang di labeli Cap Discount. Namun biasanya discount adalah salah satu siasat perusahaan untuk menghabiskan stock lama dan menggantinya dengan produk baru. Bisa jadi pula barang-barang tersebut hasil sortiran alias ada yang cacat. Nah itulah yang dinamakan FRAMING. Framing sangat erat kaitanya dengan titik referensi alias titik patokan perbandingan.
Logikanya, sesuatu akan terlihat rendah ketika berada dibawah titik frekuensi. Begitu juga sebaliknya, dapat terlihat sangat tinggi bila berada di atas titik frekuensi.

Begitupula fenomena yang kita rasakan di UMN Al Washliyah Saat ini Promo yang muncul di tengah-tengah penerimaan mahasiswa baru saya pandang begitu lucu dan aneh ,pasalnya promo tidak dilakukan dari awal penerimaan namun promo hadir di tengah-tengah penerimaan Gelombang 1 Calon Mahasiswa Baru Mahasiswa Tahun 2019 ini , saya memandang seperti ada kepanikan tersendiri dari Para Pemimpin di Kampus ini sebab saya menduga hadirnya PROMO bukan dikarenakan Kebijakan Suci atau sebuah bentuk toleransi yang bijak dari Pemimpinnya, tetapi dikarenakan angka mahasiswa mendaftar menurun drastis dari apa yang ditargetkan.

Promo bukanlah solusi, sebab tidak semua kalangan mahasiswa dapat merasakan hasil dari promo ini , ada klasifikasi dan syarat-syarat tertentu yang membuat mahasiswa kehilangan semangat untuk melanjutkan studinya di kampus ini, sebut saja promo yang sangat ganjil saya dengar dimana PROMO Cashback Rp.2.500.000 bagi 500 Mahasiswa pendaftar ulang pertama, artinya Promo ini berlaku bagi 500 mahasiswa pendaftar ulang pertama saja, lalu pendaftar setelahnya akan dikenakan biaya tetap seperti apa yang tertera di brousur penerimaan mahasiswa baru UMN T.A 2019/2020. Padahal mereka mendapat perlakuan yang sama nantinya baik dari segi Ilmu,Fasilitas,Dosen pengajar, dll.

Setelah itu Beasiswa Kurang Mampu Secara Ekonomi yang katanya Gratis Uang Kuliah 100 % Selama 4 tahun, namun nyatanya tidak semua Fakultas/Prodi Yang bisa merasakan promo ini, promo ini hanya berlaku bagi Prodi Pendidikan Fisika, Pendidikan Kewarganegaraan dan Sastra. Saya memandang promo ini diadakan agar menambah jumlah mahasiswa di prodi tersebut guna menunjang atau mempertahankan akreditasi yang ada sekarang. Harusnya promo tersebut disetarakan saja tanpa tebang pilih guna terciptanya keadilan dalam mengeyam pendidikan di kampus ini.

Hadirnya promo di tengah-tengah penerimaan  mahasiswa baru ini sedikit mencoreng nama baik kampus UMN Al Washliyah yang katanya Menjadi PTS Terbaik Nomor 2 Di Sumatera Utara. Sebab publik bisa menilai bahwa kampus terbaik ini sangat kesulitan mencari calon generasi bangsa yang ingin mengenyam pendidikan di kampus marhamah ini.

2. DENDA 10 % KETIKA TELAT MEMBAYAR UANG KULIAH

Kegelisahan Mahasiswa kembali muncul ketika memasuki waktu pembayaran uang kuliah, sebagian mahasiswa yang memiliki ekonomi menegah ke bawah harus pontang panting mencari dana guna dapat melanjutkan kuliah di kampus ini, sebab mahasiswa di kampus ini tidak semua berasal dari keluarga yang mampu, merka harus bekerja demi mencari tambahan uang untuk membayar uang kuliahnya. Tak jarang gaji yang didapat tak sebanding dengan biaya kehidupan di Kota Medan ini, Demi meraih cita-cita dan menjadi anak yang dapat membahagiakan orang tua mereka harus berfikir ekstra guna dapat melanjutkan pendidkan.

Alangkah sedih dan kecewanya mereka ketika mengetahui bahwa di terapkannya denda 10 % bagi mahasiswa yang telat membayar uang kuliah dari jawal yang telah di tentukan dan kebijakan ini diterapkan tanpa toleransi dan tanpa melihat latar belakang mahasiswa tersebut.

Denda 10 % diterapkan guna menertibkan mahasiswa yang selalu telat dalam hal pembayaran uang kuliah, namun ibarat kata pepatah “ Gara-gara Nila Setitik, rusak susu sebelanga” hanya karena ulah sebagian mahasiswa , semua terkena dampaknya. Harusnya denda ini di berlakukan kepada mahasiswa yang tidak tertib dalam hal pembayaran uang kuliah saja, apabila dia menunggak sampai 2-3 tahap maka sangksi seperti ini bisa di berlakukan atau bahkan di berikan sangksi lain seperti Surat Peringatan dari rektort guna menegur mahasiswa yang seperti ini. Jangan sampai sangsi seperti ini dirasakan oleh semua mahasiswa yang memiliki niat baik untuk membayar uang kuliah.

3.MAHALNYA BIAYA SEMESTER ANTARA

Dilema Juga kerap dirasakan mahasiswa ketika masa semester antara mulai mendekati, biasanya semester antara hadir di tengah-tengah semester ganjil ke semester genap setiap tahunnya.

Semester antara adalah sebuah solusi yang cukup baik dimana mahasiswa yang tidak lulus dalam mata kuliahnya bisa mengulang lewat semester antara ini. Semester antara juga sebenarnya bukan hal yang awam untk di dengar, di kampus-kampus lain baik negri atau swasta semester antara ini juga sudah diterapkan namun mereka menamainya dengan semster pendek.

Tetapi ada yang berbeda Semester Antara di Kampus kita dengan Kampus lain yang ada di kota medan, Kampus ini cenderung membebankan biaya perkuliahan semester antara kepada mahasiswanya dan bukan tanggung-tanggung biaya yang harus kita keluarkan Rp.500.000/Mata Kuliah , jika kita harus menagmbil 6 Mata kuliah semester antara biaya yang harus kita keluarkan mencapai Rp.3.000.000 , biaya ini sudah sama dengan biaya satu tahun kuliah saya.

Bagi Mahasiswa Semester Akhir Mau tidak Mau mereka harus mengambil Semester Antara ini,sebab jalan praktis dan hemat waktu untuk memperbaiki nilai hanya lewat semester antara ini.
DI Kampus ini program Semester Antara sangat berbeda dengan kampus lain di kota Medan. Dimana Beban Biaya yang di keluarkan di kembalikan kepada Fakultas masing-masing dan biayanya berkisar Rp.100.000 s/d Rp.200.000/Mata Kuliah. Tentu ini lebih bisa di terima oleh mahasiswa ketimbang ia harus mengulang mata kuliahnya di tahun berikutnya.

Untuk itu ada baiknya kita belajar dengan kampus-kampus yang telah lebih dulu menerapkan program ini,agar juga kebijakan yang diterapkan dapat diterima dengan baik tanpa adanya kesalahpahaman antara rektorat dan mahasiswa.


Itulah beberapa PR Penting Bagi Pemimpin di kampus Marhamah ini, sebnarnya masih banyak lagi yang ingin saya utarakan melalui tulisan ini, namun saya pikir ini saja sudah cukup sebagai bahan renungan di hari Milad 23 tahun UMN Al-Washliyah yang berbahgia ini.

Ada baiknya bahwa kita harus kembali kepada khitah perjuangan kita yang dahulu di cita-citakan para pendiri al washliyah. Dalam buku Kepribadian Anggota dan Pengurus Al Washliyah disebutkan bahwa “siapa yang memegang pendidikan masa kini, dialah pemimpin hari esok” dan juga dalam buku ini disebutkan bahwa profesi utama Al Washliyah adalah “membina intern umat islam dalam bidang pendidikan , dakwah, dan sosial”. secara normatif, Al-Washliyah memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan dunia pendidikan. Semoga dalam milad UMN Al Washliyah yang Ke-23 ini Semangat Para pendiri Al Washliyah masih kita pegang teguh sehingga cita-cita UMN Menjadi Kampus Yang Unggul-Berkualitas, Islami dapat terwujud dan dapat menjawab kegelisahan umat hari ini dimana sangat sulit mendapatkan pendidikan murah namun berkualitas , semoga UMN Al Washliyah bisa menjawab tantangan zaman dan menjadi solusi bagi dunia pendidikan baru di Era Revolusi Industri 4.0 ini.

Penulis : Ridho Alamsyah
Presiden Mahasiswa UMN Al Washliyah

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

OPINI