Medan, 27 Maret 2019 , Aliansi GERAM (Gerakan Mahasiswa Menggugat) UMN Al Washliyah Medan melakukan demonstrasi di depan gedung rektorat UMN Al Washliyah Medan terkait kebijakan rektor UMN AL WASHLIYAH No : 016/BAA/UMNAW/A.46/2019 yang berisi tentang mahasiswa yang belum/tidak mengisi KRS semester genap T.A 2018-2019 dan tidak aktif 4 semester berturut turut di himbau untuk mengajukan surat cuti akademik paling lambat tanggal 28 Februari 2019.
Atas dasar itu GERAM UMN yang tergabung dari Mahasiswa/i UMN melakukan demonstrasi di depan gedung rektorat UMN AW untuk menutut pihak rektorat menghapuskan kebijakan tersebut dan mengaktifkan kembali status mahasiswa yang sudah terlalu cuti karena di nilai tidak pro terhadap Mahasiswa.
Koordinator Aksi Alfit Sumarlin Mengatakan UMN Al Washliyah adalah kampus Islam dan kampus yang terkenal dengan visi kerakyatan artinya kampus UMN Al Washliyah harus bisa menerapkan kebijakan-kebijakan yang bisa meringankan beban Mahasiswa dan orang tua Mahasiswa sebab Mahasiswa yang berkuliah di UMN rata-rata memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah.
Hal yang sama juga di sampaikan Ridho Alamsyah selaku koordinator lapangan, Dalam orasinya beliau mengatakan bahwa ada hampir 500 Mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa reguler dan eksekutif baik di kampus UMN Medan maupun di kampus azidin lubuk pakam yang harus menanggung beban moril dan materil sebab tidak dapat mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya , sehingga Mahasiswa/i yang terkena cuti hari rela menganggur selama 1 semester, artinya mereka akan menambah tahun kuliah mereka satu semester lagi yang akan juga menambah biaya selama kuliah apalagi mereka yang merantau jauh jauh dari kampung membawa harapan keluarga dengan harapan tamat dalam 4 tahun.
Atas dasar hal tersebut aliansi GERAM berdemonstrasi di depan gedung rektorat UMN Al Washliyah.
Dalam statement yang di bagikan GERAM juga tidak main main dengan tuntutan nya dan apabila rektor tidak memenuhi tuntutan mereka, mereka akan membawa massa aksi yang lebih besar ke L2Dikti Wilayah 1 serta Menggugat kebijakan rektor UMN Al Washliyah Ke PTUN.
Dalam statement yang di bagikan GERAM juga tidak main main dengan tuntutan nya dan apabila rektor tidak memenuhi tuntutan mereka, mereka akan membawa massa aksi yang lebih besar ke L2Dikti Wilayah 1 serta Menggugat kebijakan rektor UMN Al Washliyah Ke PTUN.

Gas terussss
ReplyDelete